Kejaksaan Serahkan ke Kas Negara Uang Pengganti Rp27,4 Miliar dan Denda Rp200 Juta

Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung berkolaborasi dengan Kejati Jabar dan Kejari Kabupaten Cirebon menyerahan uang pengganti Rp27,4 miliar dan uang denda Rp200 juta atas nama terpidana George Gunawan, dalam perkara Tipikor pengadaan kegiatan percontohan budidaya tambak udang pada Kementerian Kelautan Dan Perikanan tahun 2012, di Ruang Rapat Pusat Daskrimti Kejaksaan Agung Jakarta Selatan, Senin (13/12/2021).

“Terpidana George Gunawan adalah Direktur PT Tambak Mas Makmur yang terlibat dalam kasus Tipikor dana bantuan budidaya udang di Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon tahun 2012, dalam program revitalisasi tambak budidaya udang,” kata Kapuspenkum Kejagung Leo Simanjuntak dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin (13/12/2021).

Dijelaskan Kapuspenkum, bahwa pada 2012, Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melaksanakan bantuan program kegiatan revitalisasi tambak usaha budidaya (Demfarm) udang berupa plastik mulsa, pompa, genset, kincir, benur dan Pakan dengan dana yang bersumber dari APBN-P untuk lokasi Demfarm pada Kabupaten Cirebon di Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, seluas 245 hektare.

PT Tambak Mas Makmur ditunjuk menjadi mitra dalam program percontohan usaha budidaya tersebut. Dalam program ini, dibentuklah lebih kurang lima kelompok petambak yang bersedia revitalisasi tambak udang seluas 245 hektare. Namun belakangan, diketahui kelompok petambak tersebut fiktif, yang senyatanya bukanlah petambak udang melainkan para karyawan perusahaan milik terpidana George Gunawan sebagai mitra Petambak yaitu PT Tambak Mas Makmur.

Kelompok tersebut bersama Kelompok lainnya mengajukan proposal bantuan dan disetujui Ditjen Budidaya Perikanan dengan menyalurkan bantuan untuk budidaya. Setelah berakhirnya masa kemitraan, terpidana George Gunawan tidak mengembalikan barang-barang bantuan milik negara yaitu berupa plastik mulsa, pompa, genset, kincir, benur dan pakan. Perkara tersebut kemudian digelar di Pengadilan Tipikor Bandung pada Pengadilan Negeri Bandung Kls IA.

Perbuatan terpidana George Gunawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana tertuang dalam pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp38,1 miliar. Terpidana kemudian dijatahi hukuman enam tahun penjara dan pidana denda Rp200 juta serta membayar uang pengganti senilai Rp38,1 miliar yang merupakan nilai bantuan pemerintah dikompensasi dengan nilai barang yang disita sebesar Rp10,7 miliar berdasarkan hasil perhitungan BPKP Perwakilan Jawa Barat. Sehingga sisa uang pengganti yang harus dilunasi Rp27,4 miliar,” papar Kapuspenkum.

Disebutkan, terpidana George Gunawan secara itikad baik telah melakukan pembayaran uang pengganti pada Kamis 9 Desember 2021 lalu, dengan cara pemindahbukuan uang Rp 27,4 miliar dan Rp200 juta ke rekening penampungan Kejari Cirebon, sehingga total yang disetorkan sebesar Rp27,6 miliar.

Selanjutnya uang sebesar Rp27,6 miliar diserahkan oleh anak keluarga terpidana George Gunawan didampingi penasehat hukum kepada Kajari Kabupaten Cirebon dan kemudian dari Kajari Kabupaten Cirebon diserahkan kepada perwakilan Bank Mandiri guna disetorkan ke Kas Negara melalui Bank Mandiri.

“Keberhasilan penyetoran uang pengganti dan denda tersebut merupakan keberhasilan kolaborasi pendampingan antara Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung dengan Kejati Jabar dan Kejari Kabupaten Cirebon dengan melakukan penelusuran aset berdasarkan adanya permintaan pendampingan pemulihan aset yang diajukan oleh Kejari Kabupaten Cirebon dalam rangka pemenuhan pembayaran pidana uang pengganti dan denda atas nama terpidana George Gunawan,” tandas Leo Simanjuntak.

Hadir dalam penyerahan uang pengganti dan denda tersebut antara lain Kepala Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung Elan Suherlan, Kajati Jabar Asep N Mulyana, Kabiro Keuangan Kejaksaan Agung Sri Suhartini, Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kajati Kabupaten Cirebon Hutamrin dan Relationship Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sri Handayani, serta penasehat hukum dan putera terpidana George Gunawan. (RILIS PUSPENKUM KEJAGUNG)

Total Views: 514 ,

Terkini

Wuling Experience Weekend Lokasinya di The Forum Atrium Mal Kelapa Gading 3

Wuling Motors hari ini menggelar Wuling Experience Weekend (WEW):...

IMI Siap Gelar FIM MiniGP Indonesia Series 2022

Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI)...

Tata Ruang Dapur yang Nyaman, Inilah Tips dari IKEA yang Jangan DiLewatkan

Area dapur dan ruang makan menjadi elemen hunian yang...

Telkomsel Melalui MAXstream Rilis Film Orisinal ‘Mengejar Surga’

Sebagai upaya mempertegas komitmennya untuk menjadi The Home of...
spot_imgspot_img

Wuling Experience Weekend Lokasinya di The Forum Atrium Mal Kelapa Gading 3

Wuling Motors hari ini menggelar Wuling Experience Weekend (WEW): Experience the Next Innovation, berlokasi di The Forum Atrium, Mal Kelapa Gading 3, Jakarta Utara....

IMI Siap Gelar FIM MiniGP Indonesia Series 2022

Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Wakil Ketua Umum Internasional dan Event IMI Pusat Happy Harinto mematangkan persiapan...

Tata Ruang Dapur yang Nyaman, Inilah Tips dari IKEA yang Jangan DiLewatkan

Area dapur dan ruang makan menjadi elemen hunian yang tak luput dari estetika dalam menata desain interior. Tak hanya digunakan untuk kegiatan memasak dan...