Jaksa Agung Saksikan Langsung Penegakan Keadilan Restoratif

Jaksa Agung ST Burhanuddin didampingi JAM Pidum Fadil Zumhana, Kapuspenkum Kejagung Leo Simanjuntak, Asisten Umum Jaksa Agung Kuntadi dan Asisten Khusus Jaksa Agung Hendro, melakukan kunjungan kerja di Kejati Jawa Barat, Selasa (25/1/2022).

“Jaksa Agung menyaksikan secara langsung keputusan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif serta penyerahan surat keputusan penghentian penuntutan (SKP2) dari Kajari Kabupaten Cimahi Rosalina Sidabariba, kepada tersangka Agus Mustapa bin Asep Saepudin yang disangkakan melanggar Pasal 362 KUHP tentang pencurian,” kata Kapuspenkum, dalam pernyataan tertulis.

Dijelaskan, kasus ini berawal pada Jumat (29/10/2021) sekitar pukul 20.00 WIB di rumah saksi korban Jaja bin Entum yang beralamat di Kampung Cibiru Desa Cipta Harja Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Tersangka Agus mengambil sepeda motor merk Honda Beat Nopol D-2019-UBM milik saksi korban.

Tersangka karyawan korban yang tinggal satu rumah dengan korban. Tersangka yang sedang kesulitan ekonomi dan tertekan akibat perceraian dengan istrinya, itu membawa sepeda motor yang ditinggal korban dengan kunci tergantung, tanpa tujuan hingga ke TPA Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Tersangka bermalam di TPA Bantar Gebang selama beberapa hari. Pada saat tersangka kehabisan uang, tersangka bertemu dengan Kipli pemulung di TPA Bantar Gebang yang beralamat di Kampung Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Tersangka meminjam uang kepada Kipli Rp1 juta untuk kebutuhan sehari-hari dengan jaminan sepeda motor milik korban.

Tersangka tidak pulang tapi menetap di TPA Sampah Bantar Gebang Bekasi selama beberapa hari. Suatu ketika, pada saat hendak mengisi BBM sepeda motor, Kipli melihat ada nomor HP jok sepeda motor. Karena penasaran, Kipili menghubungi nomor tersebut yang ternyata merupakan nomor saksi korban.

Setelah tahu posisi sepeda motor dan tersangka dari Kipli, saksi korban menghubungi Polsek Cipatat. Pada 12 November 2021, tersangka dijemput polisi Polsek Cipatat dari Bantar Gebang, Bekasi. Tersangka dan barang bukti diamankan guna proses hukum selanjutnya. Terungkap, tersangka mengambil sepeda motor milik korban karena kesulitan ekonomi dan masalah keluarga.

Tersangka yang karyawan korban dan tinggal di rumah korban sudah dianggap anak sendiri oleh Korban. Tersangka dan keluarganya tergolong tidak mampu berdasarkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Nomor 400/8/Kesra tanggal 19 Januari 2022 yang ditandatangani oleh Idham Martadinata, Kepala Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, tersangka mengidap penyakit TBC akut dan baru berpisah dengan istrinya, pada bulan Oktober 2021.

Terkait pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, ungkap Kapuspenkum, ada sejumlah alasan. “Antara lain, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Tindak pidana hanya diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari lima tahun. Tindak pidana dilakukan dengan nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan akibat dari tindak pidana tidak lebih dari Rp2,500 juta,” sebutnya.

Juga telah ada kesepakatan perdamaian antara Korban dan tersangka. Tersangka mengakui dan menyesali perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulanginya kembali dan korban menerima maaf tersangka dan para pihak bersepakat permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak dilanjutkan ke persidangan sehingga sejak ditandatangani kesepakatan perdamaian maka selesai permasalahan antara kedua belah pihak.

Kepada saksi korban, Jaksa Agung menyampaikan terima kasih atas kesediaan dan ketulusan Korban yang telah memberikan maaf kepada tersangka, sehingga perkara ini dapat dihentikan berdasarkan keadilan restoratif.

“Dengan diserahkannya SKP2, maka mulai hari ini tersangka bisa bebas dan kembali berkumpul dengan keluarga dan perkaranya telah dihentikan berdasarkan keadilan restoratif,” kata Jaksa Agung, yang memerintahkan Asintel Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk menyampaikan kepada Bupati Cimahi agar dapat memberikan pengobatan terhadap tersangka yang saat ini sedang mengalami penyakit TBC akut.

Jaksa Agung juga menyampaikan dengan dikeluarkannya Pedoman Nomor 15 Tahun 2020, menunjukkan ‘hukum tidak lagi tajam ke bawah’ karena dengan Restoratif Justice ini lebih menyentuh rasa keadilan di masyarakat. (RILIS PUSPENKUM KEJAGUNG)

Total Views: 1372 ,

Terkini

Wuling Experience Weekend Lokasinya di The Forum Atrium Mal Kelapa Gading 3

Wuling Motors hari ini menggelar Wuling Experience Weekend (WEW):...

IMI Siap Gelar FIM MiniGP Indonesia Series 2022

Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI)...

Tata Ruang Dapur yang Nyaman, Inilah Tips dari IKEA yang Jangan DiLewatkan

Area dapur dan ruang makan menjadi elemen hunian yang...

Telkomsel Melalui MAXstream Rilis Film Orisinal ‘Mengejar Surga’

Sebagai upaya mempertegas komitmennya untuk menjadi The Home of...
spot_imgspot_img

Wuling Experience Weekend Lokasinya di The Forum Atrium Mal Kelapa Gading 3

Wuling Motors hari ini menggelar Wuling Experience Weekend (WEW): Experience the Next Innovation, berlokasi di The Forum Atrium, Mal Kelapa Gading 3, Jakarta Utara....

IMI Siap Gelar FIM MiniGP Indonesia Series 2022

Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama Wakil Ketua Umum Internasional dan Event IMI Pusat Happy Harinto mematangkan persiapan...

Tata Ruang Dapur yang Nyaman, Inilah Tips dari IKEA yang Jangan DiLewatkan

Area dapur dan ruang makan menjadi elemen hunian yang tak luput dari estetika dalam menata desain interior. Tak hanya digunakan untuk kegiatan memasak dan...